Love

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 8:58 pm on Tuesday, November 4, 2008  Tagged , , , , , ,

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

Kalau Cinta Tidak Cinta

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 8:51 pm on Tuesday, November 4, 2008

Ini hanya sebuah kisah seorang teman. Sebut saja Kikish, namanya. Dia bercerita kalau dia sedang kangen dengan seseorang. (Aku tersenyum-senyum ketika dia bilang kalau sedang kangen. Hahaha… anak itu memang suka mengumbar kangen). “Nikmati saja kangennya, Kish!” kataku menanggapi. “Kalau nanti sudah ketemu, kan sembuh kangennya. “Tapi yang ini beda.” Beda? Beda gimana?” “Aku kangen dengan orang yang kusayangi, tapi nggak bisa kumiliki. Jadinya kan nggak ketemu (kangennya).”Ya, sudah… dinikmati saja kangennya. Toh cinta itu membebaskan.” “Yah, emang enak ‘makan cinta’?”

Memang ngomong lebih mudah daripada menjalaninya. Apa sih enaknnya
sewaktu cinta bertepuk sebelah tangan atau bila kita tak bisa berharap terlalu banyak pada orang yang dicintai? Kadang aku juga nggak habis pikir dengan satu kata yang nggak ada habisnya itu : CINTA. Rasanya setiap hari kata cinta itu berhamburan di mana saja. Mulai dari pembicaraan di meja makan, sampai saat akan meletakkan kepala di atas bantal. Dan kadang aku juga capek ketika merenung-renungkan arti cinta itu. Apa sih cinta itu?

Terlalu banyak definisi tentang cinta. Mulai dari yang sederhana sampai yang njlimet dan membuat kening berkerut. Tetapi sepertinya permasalahan cinta hanya berlaku bagi pasangan muda-mudi. (Apa iya?) Kupikir-pikir cinta itu berarti memberi hati. Dan, memberi hati itu nggak ngampang lho.! Karena memberi hati itu artinya memberi diri kita sendiri kepada orang yang kita cintai agar orang yang kita cintai menjadi lebih baik, lebih maju, dan lebih bahagia (dan memberi diri itu berarti  mengikis habis ego diri sendiri), Dengan begitu, mencintai berarti membebaskan.

Lalu kalau begitu, sebenarnya tidak ada masalah jika cinta kita ditolak, wong kita niatnya “memberi” dan membebaskan dia untuk menerimanya atau menolaknya, kan?  Memang, mungkin penolakan itu diikuti sakit hati. Gimana nggak sakit hati kalau segala daya dan upaya yang kita kerahkan dicuekin? Tapi bukankah dengan ditolak kita sadar bahwa pemberian atau usaha yang kita kerahkan itu berpamrih? Dan dalam kamus cinta, pamrih itu tabu. Karena kalau kita berpamrih, kita hanya mencintai diri kita sendiri. Maka, kupikir Kikish barangkali harus banyak belajar, bahwa jika kita mencintai tidak berarti harus balik dicintai. Dan tak ada salahnya jika kangen yang ia miliki tidak dibalas kangen oleh orang yang ia cintai.  Menikmati kangen yang tak berbalas itu memang lebih banyak sakit hatinya, tetapi dengan begitu kita juga dapat merasakan kecewanya Tuhan karena kangen-Nya tidak kita balas.

Choices Or Chances,,,,?

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 12:44 am on Saturday, November 1, 2008

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu
tertarik,
Itu bukan pilihan,
itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan ,
Itupun adalah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan,
itu adalah pilihan.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun
apapun yang
terjadi,
Itu adalah pilihan.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang
lain
Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada
pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai
kesempatan pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi
adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang
Mungkin sangat tepat :
“Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung
pada kita
bagaimana membuat semuanya berhasil”

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang
diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan
sesuatu untuk
mendapatkannya, atau tidak…

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita,
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita,
Adalah pilihan yang harus kita lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang
sempurna untuk
dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak
sempurna dengan cara
yang sempurna..

Biar Sehat, Menikah Yuk!

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 11:55 pm on Friday, October 31, 2008

Perkawinan merupakan jawaban bagi masalah kekosongan eksistensial manusia. Orang dapat saling memberi dan menerima cinta secara eksklusif. Setiap pasangan berpeluang untuk bersama-sama mengembangkan diri menjadi pribadi yang sehat dan matang. Mengapa menunda-nunda perkawinan di usia yang telah matang ?

Seperti telah diuraikan pada tulisan edisi lalu, pada dasarnya manusia terpanggil untuk hidup berpasang-pasangan. Manusia dapat menemukan makna hidupnya dalam perkawinan. Sebagian orang menganggap bahwa perkawinan membatasi kebebasannya, tetapi bagaimanapun sebagian besar dari kita dapat mengakui bahwa perkawinan memberikan jaminan ketenteraman hidup.

Crooks & Baur dalam bukunya, Our Sexuality (1990), menyebutkan beberapa alasan mengapa seseorang memilih untuk melanjutkan hidupnya dalam lembaga perkawinan. Alasan-alasan tersebut adalah:
1. Untuk memberikan suatu bentuk perasaan yang sifatnya menetap tentang bagaimana memiliki seseorang dan menjadi milik seseorang serta perasaan dibutuhkan orang lain.
2. Keyakinan bahwa kedekatan dan kepercayaan dalam perkawinan dapat membawa suatu bentuk hubungan yang lebih kaya dan mendalam sifatnya.
3. Untuk dapat melakukan dan mendapatkan hubungan seks yang sifatnya legal dan wajar secara norma sosial.
4. Harapan bahwa mereka akan semakin memahami kebutuhan pasangannya,dan hubungan yang tercipta semakin harmonis seiring dengan semakin dalamnya pengetahuan akan pasangannya. Hal ini jelas tidak cukup didapatkan bila dilalui hanya dalam konteks hubungan percintaan saja (date relationship).
5. Mendapatkan beberapa keuntungan secara keuangan dan hukum yang bisa diperoleh dalam pernikahan.

Mengapa Menunda?
Ada juga seorang wanita cantik yang memilih tetap melajang di usia 43 tahun. Pilihan melajang disebabkan orang yang dicintainya telah menikah dengan wanita lain, dan ia tidak pernah dapat jatuh cinta dengan pria lainnya. Kisah lajang yang lain, seorang pria, mengaku sangat menikmati pekerjaannya sebagai kepala cabang sebuah perusahaan penyedia peralatan medis. Di usia yang telah menginjak 33 tahun, ia belum berniat menjalin hubungan serius dengan lawan jenis.

Ia menyukai relasinya dengan banyak orang; baik pria maupun wanita, tanpa merasa butuh mengikatkan diri dengan seseorang sebagai pasangan hidup. la beralasan bahwa pernikahan hanya akan mengurangi kebebasannya untuk bergaul dengan siapa saja. Meskipun demikian, ia juga tidak yakin, apakah hidup tanpa pasangan memang baik baginya di masa depan.

Masih banyak lajang-lajang yang lain, yang telah berusia menjelang 30 tahun atau lebih, tetapi masih ingin menunda perkawinan. Marilah kita menengok alasan-alasan mengapa orang belum mau menikah di usia yang telah sangat matang.

Alasan yang mengemuka antara lain: (1) belum menemukan orang yang cocok; (2) belum mengenal pasangan secara mendalam; (3) takut mengganggu karier yang sedang dibangun; (4) masih menjadi tulang punggung-keluarga dan belum siap membagi tanggung jawab lebih untuk orang selain keluarga; (5) masih ingin bebas, masih ingin menikmati kesendirian; (6) belum merasa mapan secara ekonomi; (7) belum siap secara mental; (8) lain lain.

Sungguh banyak hal yang dapat menjadi alasan atau pertimbangan sebelum seseorang memutuskan untuk menikah. Alasan pertama dan kedua dapat dikatakan sebagai alasan yang mendasar karena perkawinan sebagai relasi yang intim memang seharusnya dilandasi kecocokan dan saling pengertian antarpasangan. Dua alasan tersebut lebih banyak berkaitan dengan masa depan emosi cinta. Tanpa itu, hubungan sulit diharapkan dapat berhasil. Sementara itu, alasan ketiga dan seterusnya sifatnya sangat subjektif: ukurannya berbeda-beda antara satu orang dengan orang yang lain. Dengan kata lain, alasan-alasan tersebut masih dapat ditawar.

Mantapkan Keputusan
Mengingat banyaknya sisi positif dari perkawinan, bagi yang masih ragu-ragu untuk melangkah ke jenjang perkawinan. berikut disajikan saran-saran sesuai dengan alasannya yang menyebabkan keraguannya untuk menikah. Jika Anda merasa belum mengenal pasangan Anda secara mendalam, yang perlu dilakukan adalah memanfaatkan setiap kesempatan yang ada (misalnya melalui pertemuan-pertemuan) untuk saling mengenal lebih dalam kelebihan kekurangan pasangan. Jangan membuang waktu hanya untuk bersenang-senang!

Bagi Anda yang takut bahwa pernikahan akan menghalangi pencapaian karier yang diangan-angankan (terutama bagi wanita), lebih baik pikiran itu dibuang jauh-jauh. Diskusikan dengan calon pasangan Anda, dan tetapkan komitmen masa depan karier masing-masing, bagaimana mengaturnya agar dapat diwujudkan bersama.

Bayangkan bahwa karier akan lebih nyaman untuk dijalani dengan dukungan pasangan. Dukungan pasangan adalah salah satu dukungan sosial (social support) terbaik dalam menghadapi setiap kesulitan hidup. Di sisi lain, jika Anda masih menjadi tulang punggung keluarga, tentu Anda dapat menunggu sebentar sampai ada anggota keluarga (misalnya adik) yang dapat mandiri dan bersama-sama berbagi beban dan tanggung jawab.

Masih ingin bebas? Apakah jika sudah menikah Anda tidak akan bebas lagi? Bukankah semuanya berpulang pada komitmen Anda dengan pasangan? Tentu saja Anda masih dapat menjalankan segala akivitas Anda dengan bebas di bawah kesepakatan dengan pasangan. Dalam hal ini Anda menjalankan kebebasan dalam tanggung jawab, bukan? Ataukah masih ingin menikmati kesendirian? Sampai kapan? Jangan sampai nanti Anda justru menyesali setiap waktu yang terlewati dalam kesendirian itu. We can’t turn back the hand of time.

Belum merasa mapan secara ekonomi? Ini adalah alasan yang banyak ditemui dalam masyarakat (terutama pria). Sebenarnya sederhana saja: Menabunglah ketika Anda sudah bekerja. Sedikit demi sedikit. Itu akan sangat membantu kelak. Banyak pula yang berpendapat bahwa jika menunggu mapan, kemapanan akan semakin sulit diraih karena tanpa sadar kita menaikkan standar kemapanan versi kita sendiri. Mereka yang mengatakan hal tersebut juga menyatakan: Menikahlah, maka Anda akan segera merasa “mapan!”

Lalu, bagaimana jika Anda belum merasa siap secara mental? Hal ini tentu saja bukan hal sepele. Di mana Anda belum siap? Di bagian apa? Mengapa? Kira-kira apa jalan keluarnya? Mungkin saja butuh waktu sampai Anda benar-benar merasa siap, tetapi tentu saja pada akhirnya keputusan tetap harus diambil bukan?

Partunangan
Ada sebuah cara yang lazim dilakukan untuk lebih mengikat fisik dan terutama hati pasangan serta belajar lebih siap mehghadapi pernikahan, yaitu dengan melaksanakan pertunangan (engagement). Kata orang, dengan pertunangan pasangan kita bisa lebih terjaga. Benarkah?
Pertunangan sering juga dilakukan untuk melicinkan jalan suatu pasangan menuju ke gerbang pernikahan. Namun, ada suatu fakta yang dikemukakan oleh Benokraitis (1996), yaitu pasangan Octavio Gullen dan Adriana Martinez dari Meksiko yang menghabiskan waktu selama 67 tahun dalam ikatan pertunangan dan memastikan satu dengan yang lainnya adalah orang yang tepat sebelum menikah.

Fakta ini pasti akan membuat kita tersenyum. Salah satu yang melintas di benak kita adalah, masih bagus salah satu dari mereka belum dijemput ajal. Seandainya demikian, pertunangan itu tak akan pernah berakhir. Dalam semangat religius, pernikahan adalah sesuatu yang sakral; menikah adalah ibadah. Kenapa harus menghindarinya?

Segala ketakutan dan trauma masa lalu (jika ada) akan terhapus melalui tangan waktu dan kebahagiaan yang menanti di balik optimisme.Saat berpacaran masing-masing individu sebaiknya belajar untuk menjadi lebih dewasa, dan saat menikah proses belajar tersebut terus berlanjut dan memasuki tahap yang lebih tinggi.

How to Manage The Emotions ??

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 12:56 am on Thursday, September 18, 2008

I’m feel so dizzy,kadang jg pengin marah,
marah ma semua orang yang kutemui,
marah ma orangorang yang ada di depanku,,,
Hanya garagara sesuatu yang gag sesuai keinginanku,
atau hanya garagara seseorang gag mau menuruti kemauanku.
gag peduli hari biasa,atau bulan puasa..(baca:sekarang kan
bulan puasa?)

kata orangorang,
kita akan bisa berpikir lebih matang,lebih dewasa
seiring pertambahan usia kita?
tapi aku,dengan umurku yang terus melaju ke tahap “dewasa”
(dalam arti sesungguhnya),
aku masih saja merasa dan menganggap bahwa diriku “selalu benar”,
gag peduli ma siapa,dalam hal apa…?

walopun akhirnya aku menemukan seseorang
yang sangat sempurna dalam mengendalikan emosinya (menurutku siiih)
tetapi aku tetap gag bisa belajar darinya.

sungguh,
aku benarbenar penasaran bagaimanakah caranya mengatur
dan mengendalikan emosiku?
haruskah aku berperang dengan diriku sendiri???

Abadilah Cinta,,,,ku

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 7:11 pm on Monday, August 18, 2008

Abadilah Cinta

Kupinta setangkai bunga pada Tuhan
Ia memberiku serangkai yang menawan

Kupinta satu menit pada Tuhan
Ia memberiku seluruh hari yang indah

Kupinta seorang teman pada Tuhan
Ia memberiku cinta sejati

Kupinta malaikat untuk menjagaku
Ia menghadirkan engkau dalam kehidupanku

Kutulis namamu di atas pasir
Tapi gelombang menghapusnya
Lalu,,,,

Kutulis di langit angkasa
Tetapi angin meniupnya pergi
Sehingga,,,,

Ku tuliskan di dalam hatiku
Dan disanalah namamu bertahta
Selamanya,,,,

Dedicate to:
My Lovely IUD,,,

Kusrin Family Berduka

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 10:57 pm on Tuesday, July 8, 2008

Korban Masih Dicari, Diduga Terseret Arus

Sabtu pagi (5/7) sekitar pukul 10.00 Wita, menjadi hari nahas bagi Rezal Faroman Syarief, seorang taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang yang tengah menyelesaikan studi pelayarannya di KM Prima Samudra, sejak Desember 2007 lalu.
Mahasiswa yang melaksanakan praktik juru mudi itu terjatuh saat mengecat lambung kapal yang bersandar di Pelabuhan Malundung. Sampai berita ini diturunkan pukul 18.00 Wita, keberadaan korban belum diketahui.

Warna, saksi mata yang melihat peristiwa nahas itu menuturkan, sejak Jumat (4/7) korban bersama mandornya melakukan pengecatan bodi kapal. Kemarin merupakan hari kedua kerja dan yang dicat adalah lambung kanan. Namun sayang, saat bekerja dengan ketinggian sekitar 3 meter dari permukaan air laut itu, korban tidak menggunakan alat pengaman.

Meski demikian, sambung dia, pekerjaan pun mereka lakukan hingga sekitar pukul 10.00.

“Saat saya duduk di atas motor, saya pun mendengar mandornya bilang stop. Kemudian saya melihat mandornya yang berada di atas kapal itu sedang sibuk mencari sesuatu, namun apa yang dicari saya pun tidak tahu,” ceritanya.
Seketika itu pula saksi melihat korban berdiri di atas sepotong papan yang kedua ujungnya diikatkan tali dan digunakan tempat duduk korban selama mengecat lambung kapal.

Saat berdiri itulah, korban terjatuh ke laut dengan posisi kepala duluan. “Saya sempat lihat salah satu kakinya tersangkut di papan,” timpalnya.

Saat berada dalam air, korban sempat berusaha menyelamatkan diri. Bahkan, mandornya bernama Sukarman pun berusaha membuang pelampung guna menyelamatkan korban di dalam air. Tapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil, lantaran arus air pagi kemarin cukup deras, sehingga diduga korban terseret arus.
Secara terpisah, Nakhoda KM Prima Samudra Adop Anton Papuli, diwawancari mengaku tidak tahu menahu kronologis kejadian nahas tersebut.

“Saya tidak tahu secara pasti kejadiannya. Karena, saat kejadian saya berada di luar kapal (turun ke darat). Dan korban bekerja bersama mandor,” jelasnya.
Dia pun menjelaskan, KM Prima Samudra ini baru merapat di Pelabuhan Malundung pada hari Rabu (2/7) setelah berlayar 6 hari dari Singapura. “Kami muat aspal dari Singapura dan dibongkar di Tarakan. Hari kedua ini pun sudah sebagian muatannya dibongkar,” rincinya.
Sedangkan mandor (Sukarman) yang menyaksikan kejadian itu, saat diperiksa di Kantor Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) juga membenarkan adanya musibah tersebut.

“Memang pekerjaan ini bukan spesifikasi yang harus dikerjakan korban. Akan tetapi, kami di kapal ini krunya pas-pasan (hanya 14 orang) jadi semua pekerjaan dikerjakan siapa saja,” jelasnya.

Dia pun mengakui kalau saat bekerja kemarin tidak menggunakan alat pengamanan. “Memang ada safety ball di kapal. Tetapi, sudah biasa dia ngecat tanpa menggunakan safety ball sehingga tadi (kemarin) juga tidak memakainya,” kata Sukarman.

Ditanya soal keterangan saksi Warna, Sukarman membenarkan kalau sekitar pukul 10.00 itu dia suruh korban stop bekerja. Kemudian, Sukarman tinggalkan korban sendiri di lambung kapal untuk mengambil tangga agar korban naik kembali ke kapal.

“Saat kejadian saya sedang ambil tangga untuk dia (korban) naik ke kapal. Tiba-tiba saya dengar, teriakan kalau korban terjatuh dan saya pun langsung membuang pelampung ke arah korban,” jelasnya.

Ditambahkannya, karena upaya penyelamatan awal tidak membuahkan hasil. Maka, pihak kapal berkoordinasi dengan KPLP, Pelni, Lanal Tarakan, KP3, dan masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian hingga siang hari. Lagi-lagi upaya yag dilakukan kemarin belum membuahkan hasil.

WASMAN: SAYA SEMPAT MARAH

Kepala Cabang PT Pelni Tarakan, Wasman RM yang ikut langsung dalam pencarian korban kemarin saat dikonfirmasi mengaku geram dan sempat marah terhadap nakhoda KM Prima Samudra, Adop Anton Papuli.

“Saya sempat marahi nakhodanya, karena melakukan pekerjaan seperti ini, pekerjanya tidak dilengkapi safety ball. Padahal sepintas kita melihat tempat korban terjatuh sangat tidak nyaman,” kata Wasman, sambil menunjuk ke arah posisi korban jatuh ke laut.

Ditanya upaya pencarian, tegas kepala Cabang PT Pelni ini, akan dilakukan pencarian selama 3 hari. Toh kalau memang selama 3 hari tidak diketemukan apa boleh dibuat.

“Tapi berdoa mudah-mudahan korban ditemukan sebelum tiga hari,” tegasnya.
Wasman menjelaskan, KM Prima Samudra ini sandar di Pelabuhan Malundung Rabu (2/7) tujuannya membongkar aspal yang diangkut dari Singapura, kurang lebih 1.500 ton.

Ditanya waktu lamanya aktivitas bongkar muat, kata dia tergantung jumlah truk yanng dilibatkan untuk mengangkut aspal dimaksud.
“Jika semakin banyak truk yang angkut, tentunya pekerjaan pun semakin cepat selesai. Dan diperkirakan paling lama 1 minggu sudah selesai bongkar muatnya,” jelasnya.

Sementara itu, menurut rekan korban, Gatot, kejadian tersebut berawal ketika korban sedang mengecat haluan kanan badan kapal yakni mengecat nama kapal “Prima Samudra” dengan mengunakan tali. “Tadi pagi saya hanya ketemu sebentar sama dia (korban), sewaktu pergantian shift kerja,” kata Gatot.

Menurut Gatot, pada saat korban terjatuh, mengenakan baju cattle pack warna merah. Sewaktu korban sudah berada di laut sempat dilemparkan kepadanya pelampung, namun pelampung tersebut terlepas dan akhirnya korban terseret arus dan menghilang.

“Kadet ini orangnya biasa saja, tidak banyak omong dan dia juga ramah. Dia di sini sebaga AB (juru mudi) seperti saya. Yang membedakan kalau dia masih magang, dan kalau saya sudah sekitar 10 tahun berlayar,” kata Gatot.
Menurut Gatot, korban orangnya tidak suka minum-minuman alkohol, termasuk tidak suka gadangan. Jadi dugaan jatuhnya yang dikarena mabuk dan kurang tidur, dibantahnya.

TIM SAR TERUS LAKUKAN PENCARIAN

Setelah mendapat laporan adanya korban terjatuh ke laut dan tidak ditemukan tim Search And Rescue (SAR) langsung menuju lokasi kejadian. Tidak tanggung-tanggung tim ini terdiri dari empat instansi yakni 7 orang tim SAR dari Satpol PP dan Basarnas (Badan SAR Nasional), 4 orang dari Lanal, dan 4 orang dariKepolisian Pengamanan Perairan dan Pelabuhan (KP3) Tarakan. Dengan mengunakan 3 speed boad, mereka menyisiri wilayah perairan dekat pelabuhan.

Menurut Koordinator Basarnas Tarakan, Manangap, pihaknya akan terus mencari korban di daerah perairan tersebut. “Yah, kami akan terus mencarinya. Radius satu kilometer mengikuti arah arus dan lima ratus meter ke tengah laut,” ungkap Manangap.

Pencarian korban tengelam menurut Manangap, perlu kerja keras dan kesabaran. Mengingat cuaca di laut bisa saja berubah-ubah setiap saat. “Kalau korban ini meninggal, setidaknya dalam tiga hari mayatnya akan terapung. Namun bila sebelum satu jam bisa ditemukan dan badannya masih hangat bisa saja korban diselamatkan,” katanya.(noi,*/rt-3) ~RADAR TARAKAN~

10 alasan utk lebih mencintainya

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 2:50 am on Friday, February 15, 2008

Dari sekian banyak manusia di bumi, dia memilihku. Begitu juga sebaliknya. 10
alasan berikut selalu kuingat bila keraguan mulai menghampiriku …

  1. DIA MENCINTAIKU APA ADANYA
  2. DIA MEMBUATKU TERTAWA
  3. AKU BISA MENJADI DIRI SENDIRI KETIKA BERSAMANYA
  4. BERSAMANYA AKU MERASA BISA MENGHADAPI APAPUN
  5. AKU MERASA LENGKAP BERSAMANYA
  6. BERSAMANYA AKU TAK PERNAH LAGI MERASA SENDIRI
  7. SEGALA HAL YANG TELAH KAMI LALUI BERSAMA
  8. DIA SELALU MEMBUATKU MERASA CANTIK DAN DICINTAI
  9. AKU MERASA AMAN BERSAMANYA
  10. DIA MENJADI SAHABAT TERBAIKKU

 

Mr. Didier n Peterpan

Filed under: Uncategorized — casey-redspicy at 4:50 am on Saturday, December 22, 2007

kemaren, buyer dari perusahaan tempatku bekerja dateng untuk nge cek item2 order nya yang siap mo di eksport ke jerman.
namanya Mr.Didier…
beliau selalu memakai celana pendek+T-shirt lengan pendek n ga pernah lupa menjinjing tas yang isinya laptop.
masuk ke kantor n langsung teriak ke akuw, "mbak, a cup of coffee,please?
" aku jawab; "ok, on a minute.."
smbl meracik kopi, dalm hatiku bergumam,"emangnya aku OG?"
(OG means: Office Girl). emg sey,dikantorku ga ada namanya OB or OG,yang ada
semuanya bikin sendiri. kecuali KLo CS ada alias Cleaning Service,huihhihihiyy…
"here,sir.." aku bilang smbil nyodorin kopi,n dia blg: "terima kasih,mbak.."
remang2 aku denger dia lagi dengerin lagu peterpan (dibalik awan). dia lalu nanya ke aku apa maksudnya lagu itu? "dibalik awan?"
aku jawab aja "it means behind the clouds,sir". n dia cm mengangguk akhirnya…
trus lama2 dia malah curhat klo dia juga suka ma lagunya andra n the backbone (sempurna).
akhirnya kita diskusi mslh musik n lupa ma gawean mpe jam makan siang,huwwwwhhh…